Omed - Omedan

Omed-omedan niscaya bukan tradisi baru usai perayaan Hari Raya Nyepi. Tradisi yang sudah berurat akar dalam kehidupan warga Banjar Kaja, Sesetan, Denpasar, itu tampil dengan wajah baru. Omed-omedan tidak lagi diperagakan melalui adegan komunitas anak muda berlainan jenis yang saling berciuman semata. Tradisi ini didongkrak derajat popularitasnya menjadi sebuah festival.


Tradisi ini telah berlangsung ratusan tahun. Omed-omedan dihelat tiap Tahun Baru Saka mulai pukul 15.00 di aula Bale Banjar Kaja. Acaranya dimulai dengan untaian kata prajuru banjar yang diikuti persembahyangan bersama. Lalu, ada dharma santhi atau masima karma serta pentas tarian Bali. Kemudian digelar acara puncaknya berupa omed-omedan di depan bale banjar.Anggapan yang melukiskan tradisi ini sebagai kesempatan kaum muda untuk berciuman di depan masyarakat umum. Tradisi ini hanya merupakan luapan kebahagiaan muda-mudi saat merayakan omed-omedan pada hari ngembak geni.Tradisi langka ini telah dilakoni secara turun-temurun warga masyarakt Banjar Kaja. Warganya merefleksikan tradisi ini sebagai sebuah tradisi yang mengandung nilai religiusitas, persatuan dan kesatuan, etika, dan estetika.Oleh karena itu, tradisi ini meruapakn warisan adiluhung leluluhur yang akan tetap dilestarikan,Para tokoh dan warga Banjar Kaja pun mulai berusaha mendongkrak citra tradisi ini. Kemasan perlehatannya tidak lagi dilakukan seperti tahun-tahun sebelumnya.Tradisi ini dijadikan sebuah festival.

Komunitas teruna-teruni banjarnya menjadi tulang punggung kerja adat ini.kegiatan tradisi omed-omedan ini memang dipercayakan manajemen pelaksanaannya kepada kalangan teruna-teruni. Kalangan anak muda banjar ini diberikan tanggung jawab untuk mengemasnya menjadi sebuah perhelatan yang makin menarik, tetapi tidak menghilangkan kekhasan dan spiritnya.Kemasan festival dalam menggelar tradisi omed-omedan tahun ini pun dupayakan agar tetap berada dalam ciri khasnya itu.Sebagai sebuah festival, tradisi itu dilengkapi pelaksanaannya dnegan pembukaan pasar rakyat. Pasar rakyat ini memamerkan karya home industry warga Banjar Kaja,makanan khas tradisional Bali, termasuk beragam produk lainnya.Upaya Pemerintah Kota Denpasar untuk menjadikan tradisi ini sebagai salah satu ikon Kota Denpasar direspons positif. Namun, manajemen tradisi ini akan terus dibenahi.

Tradisi omed omedan ini merupakan tradisi leluhur yang sudah dilakukan sejak zaman penjajahan Belanda. Awalnya ritual ciuman massal itu dilakukan di Puri Oka. Puri Oka merupakan sebuah kerajaan kecil pada zaman penjajahan Belanda. Ceritanya, pada suatu saat konon raja Puri Oka mengalami sakit keras. Sang raja sudah mencoba berobat ke berbagai tabib tapi tak kunjung sembuh. Pada href="http://endrone.blogspot.com/2009/04/sejarah-nyepi_5221.html" target="_blank"> Hari Raya Nyepi. masyarakat Puri Oka menggelar permainan omed omedan yang asal katanya dari med-medan (tarik-tarikan).Saking antusiasnya, suasana jadi gaduh akibat acara saling tarik para truna truni. Raja yang saat itu sedang sakit pun marah besar. Dengan berjalan terhuyung-uyung raja keluar dan melihat warganya yang sedang tarik-tarikan sampai berpelukan. Anehnya melihat adegan itu, tiba-tiba raja tak lagi merasakan sakitnya.Ajaibnya setelah itu raja kembali sehat seperti sediakala. Raja lalu mengeluarkan titah agar omed omedan harus dilaksanakan tiap Hari Raya Nyepi. Namun pemerintah Belanda yang waktu itu menjajah gerah dengan upacara itu. Belanda pun melarang ritual permainan muda mudi tersebut. Warga yang taat adat tidak menghiraukan
larangan Belanda dan tetap menggelar omed omedan. Namun tiba-tiba ada 2 ekor babi besar berkelahi di tempat omed omedan biasa digelar. Akhirnya raja dan rakyat meminta petunjuk kepada leluhur. Setelah itu omed omedan dilaksanakan kembali tapi sehari setelah Hari Raya Nyepi.Pada zaman Belanda, omed omedan dilakukan dengan cara saling berangkulan. Namun seiring perkembangan zaman para peserta omed omedan lebih berani dan tak lagi saling rangkul tapi juga saling cium. Awalnya hanya cium pipi, tapi sejak 3 tahun lalu, ciuman telah berubah menjadi ciuman bibir. Tidak jarang usai omed omedan muda-mudi Banjar menemukan jodohnya langsung.

Selasa, 13 April 2010 di 03.34

0 Comments to "Omed - Omedan"

Poskan Komentar