Daftar Istilah

Keanekaragaman Hayati


Keanekaragaman Hayati merupakan keanekaragaman di antara makhluk hidup dari semua sumber, termasuk diantaranya, daratan, lautan dan ekosistem akuatik lain serta kompleks-kompleks ekologi yang merupakan bagian dari keanekaragmannya; mencakup keanekaragaman di dalam spisies, antara spisies dan ekosistem


Agro-ekosistem

Sistem pertanian yang didasarkan ada hubungan timbal balik antara sekelompok manusia dan lingkungan fisiknya guna memungkinkan kelangsungan hidup kelompok manusia.


Agroforestri

Sistem-sistem dan teknologi tata guna lahan dimana pepohonan berumur panjang (termasuk semak, palem, bambu, kayu, dll) dan tanaman pangan dan tau pakan ternak berumur pendek diusahakan pada petak lahan yang sama dalam suatu pengaturan ruang dan waktu


Arboretum

Tempat berbagai pohon ditanam dan dikembangbiakkan untuk tujuan penelitian atau pendidikan


Biogeografi

Penyebaran tumbuh-tumbuhan dan binatang secara geografis di muka bumi.


Biopirasi (biopiracy)

Eksplorasi dan pemanfaatan pengetahuan local dan sumber daya genetis tanpa pengetahuan ataupun persetujuan pemiliknya/masyarakat setempat.


Bioprospecting (bioprospeksi)

Penilaian terhadap sumberdaya genetic dan sumber daya hayati. Dalam praktiknya kegiatan ini dibarengi dengan munculnya isu-isu hak kepemilikan intelektual, pembagian keuntungan yang adil dan merata, serta dampak negatif akibat pemanfaatan produk rekayasa genetis.


Bioregion

Kawasan/lingkungan fisik yang pengelolaanya tidak ditentukan oleh batasan politik dan administrasi, tetapi oleh batasan geografi, komunitas manusia serta system ekologi. Dengan demikian, bioregion jugamempunyai pengertian ekoregion, yaitu pengelolaan kawasan yang didasarkan pada prioritas ekosistem dan habitat alami setempat.


Bioteknologi

Penerapan teknologi berbasis ilmu biologi untuk memanfaatkan makhluk hidup bagi kebutuhan manusia.


Cagar Biosfer

Kawasan di dalam suatu negara yang mendapat yang mendapat status khusus dari Negara-negara yang tergabung dalam program Man and Biosphere (MAB) dibawah UNESCO, sebagai kawasan konservasi khusus dengan fungsi ekonomi, ekologi dan social.



Cagar Warisan Dunia (World Heritage Site)

Menurut World Heritage Convention yang dikeluarkan oleh UNESCO, ada dua kategori
1) “Cultural World Heritage” mengacu pada monumen, karya arsitektur, pahatan dan lukisan, elemen atau struktur arkeologis, prasasti, gua-gua hunian, dan kombinasi dari unsure-unsur tesebut yang secara universal sangat bernilai tinggi dari sisi sejarah, seni dan ilmu pengetahuan.

2) “Natural World Heritage” mengacu pada ekosistem, habitat atau kelompok formasi geologis dan fisiografis beserta spesies flora dan fauna yang terancam


Sumber Daya Hayati


mencakup sumber daya genetik, organisme atau bagiannya, populasi atau komponen biotik ekosistem -ekosistem lain dengan manfaat atau nilai yang nyata atau potensial untuk kemanusiaan


Kawasan Terlindungi


mrupakan kawasan yang ditetapkan secara geografis yang dirancang atau diatur dan dikelola untuk mencapai tujuan konservasi yang spesifik


Pemanfaatan berkelanjutan


merupakan pemanfaatan komponen-komponen keanekaragaman hayati dengan cara dan pada laju yang tidak menyebabkan penurunnannya dalam jangka panjang, dengan demikian potensinya dapat dipertahankan untuk memenuhi kebutuhan dan aspirasi generasi-generasi masa kini dan masa depan


Bioteknologi

merupakan penerapan teknologi yang menggunakan sistem-sistem hayati, makhluk hidup atau derivatifnya, untuk membuat atau memodifikasiproduk-produk atau proses-proses untuk penggunaan khusus


Ekosistem

kompleks komunitas tumbuhan, binatang dan jasad renik yang dinamis dan lingkungan tak hayati/abiotik-nya yang berinteraksi sebagai unit fungsional


Konservasi ex-situ


Konservasi komponen-komponen keanekaragaman hayati di luar habitat alaminya


Material Genetik


merupakan bahan dari tumbuhan, binatang, jasad, renik atau masal lain yang mengandung unit-unit fungsional pewarisan sifat (heriditas)


Sumber Daya Genetik


bahan genetik yang mempunyai nilai nyata atau potensial




Habitat

tempat atau tipe tampak tempat organisme atau populasi secara alami


Kondisi in-situ


kondisi sumber daya genetik yang terdapat di dalam ekosistem dan habitat alami, dan dalam hal jenis-jenis terdomestikasi atau budaya, didalam lingkungan tempat sifat-sifat khususnya bertahan


Konservasi In-situ


merupakan konservasi ekosistem dan habitat alami serta pemeliharaan dan pemulihan populasi jenis-jenis budaya hidup dalam lingkungan alaminya, dan dalam hal jenis-jenis terdomestikasi atau budidaya, di dalam lingkungan tempat sifat-sifat khususnya berkembang

Jumat, 30 April 2010 di 09.03

0 Comments to "Daftar Istilah"

Poskan Komentar