Kiat Mendapatkan pekerjaan

Beberapa orang mengganggap mencari pekerjaan adalah ‘pekerjaan’ yang sangat melelahkan, bahkan tidak jarang diantaranya sampai frustrasi. Setiap ada lowongan yang muncul baik di Koran, internet atau informasi teman-temannya pasti ia mengajukan surat lamaran. Namun sial belum ada perusahaan yang menerimanya sebagai karyawan. Boleh dikatakan pekerjaannya sehari-hari adalah mencari pekerjaan, dan ia juga mengadakan bahwa ijasahnya sampai hangus karena saking seringnya di photo copy. Dengan nasib yang hampir sama ada juga yang puas hanya sebagai karyawan pekerja harian lepas alias DW bahkan sampai bertahun-tahun. Bila ditanya “kenapa mau menjadi DW begitu lama?”, jawabannya bervariasi ada yang mengatakan belum ada kesempatan yang lebih baguslah, saya suka di perusahaan inilah, atau ada juga yang mangatakan saya menunggu kesempatan untuk diangkat di tempat saya DW ini.
Memang ada orang yang begitu mudahnya mendapatkan pekerjaan bahkan dengan perjalanan karir yang cepat namun pasti. Bahkan ada diantaranya sudah menjadi karyawan dengan posisi bagus sebelum tamat dari bangku sekolah (baca Fakultas Pariwisata UNUD hehehe). Mereka ini bila ditanyakan “kok anda bisa dengan begitu mudahnya mendapatkan pekerjaan sih?”, jawabannya bermacam-macam; ada yang mengatakan “Ah! itu kan tergantung nasib baik saya,” atau “Ya kebetulan sih saya mendapatkan rekomendasi dari Om atau Tante saya.”

Dalam banyak kasus, kemampuan akademik yang tinggi juga seringkali bukan jaminan untuk bisa diterima bekerja. Ada juga sih beberapa perusahaan yang menjadikan IP tinggi sebagai salah satu syarat penerimanaan karyawan, namun saat ini kebanyakan perusahaan-perusahaan besar tidak menjadikan IP tersebut sebagai syarat mutlak dalam mencari karyawan baru. Biasanya perusahaan akan menetapkan standar kompetensi dan kepribadian sebagai landasan penerimaan karyawan.
Sebagai bahan bagi anda yang sedang mencari pekerjaan atau mungkin anda ingin mendapatkan pekerjaan yang lebih baik berikut saya sampaikan beberapa hal yang harus dipahami dan dipelajari secara seksama. Sama halnya dengan melakukan kegiatan-kegiatan lain dalam hidup ini, maka mencari pekerjaan pun memerlukan suatu pemahaman, ketrampilan dan keahlian tersendiri. Hanya orang-orang yang menyadari hal inilah yang akan mampu memenangkan kompetisi (di Indonesia bisa disebut Hyper-kompetisi) dalam mendapatkan pekerjaan. Beberapa hal yang saya maksudkan diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Kenali Diri Anda Sendiri
Identifikasi kemampuan, minat, bakat, nilai-nilai hidup, kebutuhan dan kebiasaan anda. Jika anda memahami hal tersebut maka akan lebih mudah bagi anda dalam menentukan jenis pekerjaan apa dan perusahaan seperti apa yang akan anda pilih. Saran saya, luangkan waktu dan sisihkan sedikit biaya anda untuk mengetahui kecendrungan bakat dan kepribadian anda. Setiap manusia adalah unik, memiliki kepribadian tertentu dan juga bakat-bakat khusus. Katakanlah minat Anda mencari pekerjaan di perhotelan dan andapun ingin mengawalinya atau mendapatkan posisi lebih tinggi di bidang sales dan marketing. Sebelum anda memutuskannya lebih lanjut, kenalilah diri anda apakah anda memiliki kepribadian yang sesuai dengan job profile yang dibutuhkan pada jabatan tersebut. Salah satu core competency yang dibutuhkan dibidang ini adalah negotiating yautu kemampuan untuk melakukan bargaining dengan solusi win-win dengan para klient perusahaan, nah apakah anda memiliki kompetensi tersebut? Kalau jawabannya ’tidak’ lupakan untuk meniti kariri dibidang itu.

2. Tentukan Tujuan Karir Anda
Bila anda telah mengetahui diri anda, langkah selanjutnya adalah menentukan jenis pekerjaan atau bahkan posisi yang anda inginkan. Saya sudah mewawancara pencari kerja mungkin sudah ribuan orang, setiap saya menanyakan impian karrinya 99% mereka tidak bisa menjawabnya, kalau toh ada jawabannya ngarang bukan berdasarkan keyakinan diri. Perusahaan, seringkali akan mempertimbangkan untuk menerima orang yang tidak tahu persis tujuannya. Tujuan karir yang diyakini mencerminkan bahwa orang tersebut telah mengenali kelebihan, dan kekurangannya dan dengan demikian biasanya orang-orang seperti akan lebih mudah untuk diarahkan.

3. Pahami Proses Pencarian Pekerjaan
Pemahaman yang benar terhadap proses pencarian pekerjaan akan sangat berguna bagi pencari kerja agar terhindar dari rasa frustrasi. Beberapa hal yang harus diketahui dan dipahami pencari kerja misalnya:
Pencarian pekerjaan adalah identik dengan mempromosikan diri sendiri dan talenta yang dimiliki
Mengetahui dengan pasti bagaimana talenta yang dimiliki dapat memberikan manfaat bagi perusahaan yang dilamar
Mencari pekerjaan merupakan suatu pekerjaan juga: jadi perlu bersabar karena pasti membutuhkan waktu
Buat rencana dan ikuti rencana tersebut; meski tidak harus diikuti secara kaku
Mencari pekerjaan harus pantang menyerah.
i.
4. Buatlah Career Portfolio
Buatlah career portfolio anda dengan menyiapkan dokumen-dokumen pelengkap seperti:
Surat Lamaran. Buatlah surat lamaran yang anda karang sendiri, hindari menjiplak mentah apalagi anda nyontek yang dibuat oleh teman Anda. Saya sering menerima surat lamaran dari beberapa orang dan setelah saya perhatiakan isinya sama persis satu sama lkainnya hanya dibedakan namanya saja. Mungkin pada saat menyusun skripsi nyontek juga ya hanya diganti nama wilayah penetiannya saja hehehe...
Resume atau Curiculum Vitae. Resume atau CV anda adalah mencerminkan siapa anda. Hindari membuat resume atau CV memakai formulir yang anda beli di toko karena kadang-kadang tidak semua barisan formulir tersebut bisa seluruhnya anda isi sesuai dengan data anda, dengan demikian akan kelihatan banyak kosongnya formulir tersbut. Tulis tangan ataupun anda ketik bisa saja sepanjang itu sesuai dengan data diri anda. Bila anda pernah training ataupun pernah dan sedang bekerja maka cantumkanlah pengalaman kerja anda mualai dari yang terakhir baru mundur ke pengalaman-pengalaman sebelumnya.
Surat Rekomendasi, piagam penghargaan, dll. Cetak dengan kopian yang bersih dan terbaca dengan jelas. Bila anda bermaksud mengirimkan surat lamaran dengan email alangkah baiknya semua dokumen anda ini di scaning biar kelihatan aslinya.
Transkrip Nilai, Ijazah, Sertifikat, dll. Siapkan beberapa photo kopian yang sudah dilegasiri di Fakultas Pariwisata sehingga anda kelihatan benar-benar siap.
Kartu Nama (jika ada)
i.
5. Perluas Jaringan
Mencari pekerjaan seringkali memerlukan kerjasama team. Dalam hal ini anda harus memiliki jaringan atau networking untuk mencari berbagai informasi yang diperlukan tentang lowongan pekerjaan yang sesuai untuk anda. Anda bisa bekerjasama dengan teman, anggota keluarga atau pun kenalan anda untuk mendapat berbagai informasi yang dibutuhkan. Semakin luas networking maka akan semakin cepat kemungkinan anda untuk mendapatkan pekerjaan atau setidaknya akan banyak peluang lowongan kerja yang tersedia. Dengan aktif di organisasi alumni misalnya anda akan memiliki teman lebih banyak, dan tidak tertutup kemungkinan bisa saling membantu satu sama lainnya.

6. Kenali Tempat / Perusahaan yang Dilamar
Ibaratnya melamar calon istri/swami, andapun harus mengenali calon pasangan anda termasuk rumah tempat tinggalnya, lingkungan dan keluarganya, kebiasaan-kebiasaannya, dan yang tidak kalah pentingnya adalah alamat tempat tinggalnya. Demikian juga saat anda melamar pekerjaan andapun harus mengetahui seluk beluk perusahaan yang anda lamar, lhoh untuk apa? Pewawancara biasanya akan bangga bila si pelamar telah mengetahui perusahaannya, karena ia akan lebih cepat untuk bisa beradaptasi. Disamping itu, anda jangan sampai masuk ke sebuah perusahaan yang tidak mempekerjakan karyawannya secara manusiawi. Misalnya perusahaan tersebut tidak memiliki aturan yang jelas mengenai penerapan peraturan perundangan-undangan ketenagakerjaan; pemilik atau bos begitu egoisnya sedikit salah langsung pecat, dll. Intinya, jangan sampai anda melamar ke perusahaan yang kurang menjamin keamanan anda dalam bekerja dan juga kurang terjamin masa depannya. Salah satu cara yang paling mudah dilakukan untuk mengenali perusahaan / pemberi pekerjaan adalah dengan mencari informasi secara rinci tentang perusahaan yang menyediakan lowongan pekerjaan tersebut, mencakup kemampuan finansial, jenis usaha, jenis pekerjaan yang ditawarkan (pegawai tetap atau kontrak), siapa pemiliknya, dll. Jika akhirnya anda menemukan kecocokan dengan tujuan karir anda maka barulah anda boleh mengirimkan surat lamaran. Dalam hal bahwa anda melamar melalui iklan lowongan kerja yang ada di media massa maka pilihlah iklan lowongan kerja yang diterbitkan di media massa yang sudah terpercaya. Dan untuk ini pun anda tetap harus mengecek lagi profile perusahaan pemberi pekerjaan.

7. Melamar dan menghadapi Wawancara
Melamar pekerjaan membutuhkan suatu seni tersendiri oleh karena itu pencari kerja harus benar-benar mempersiapkan semua hal yang berhubungan dengan lamaran tersebut secara seksama. Seperti yang saya tuliskan di atas melamar pekerjaan sama artinya dengan ’menjual diri’. Nah bila manajemen perusahaan memandang anda layak untuk dibeli maka anda dengan mudah akan mendapatkan pekerjaan itu.
Wawancara kerja merupakan suatu proses yang menghantar anda ke "gerbang perusahaan". Artinya jika anda sudah memasuki tahap wawancara kerja maka anda memiliki kesempatan untuk lebih mengenal perusahaan dan sebaliknya perusahaan dapat mengenal potensi anda secara lebih rinci. Oleh karena itu, pencari kerja harus benar-benar mempersiapkan diri dalam menghadapi wawancara kerja. Saya akan membuat tulisan berbeda mengenai kiat melamar dan menghadapi wawancara, sabar ya...

8. Menerima atau Menolak Tawaran Pekerjaan
Setiap upaya pasti ada kosnkwensi, maka konsekuensi logis yang akan dihadapi setiap pencari kerja adalah diterima atau ditolak. Dalam kenyataannya, meski disadari bahwa mendapatkan pekerjaan adalah suatu hal yang sulit, namun terkadang ada tawaran pekerjaan yang terpaksa ditolak sendiri oleh si pelamar karena berbagai alasan. Dalam hal ini, jika anda termasuk pelamar yang terpaksa menolak tawaran pekerjaan, maka lakukan hal tersebut dengan cara-cara elegance sehingga tidak menyinggung perasaan orang-orang di perusahaan yang anda lamar. Sebaliknya jika anda menerima tawaran kerja maka sampaikan rasa terima kasih penghargaan atas kesempatan untuk berkarir di perusahaan tersebut dan tindaklanjuti dengan membuat kesepakatan kerja serta langkah-langkah yang harus anda persiapkan sebelum mulai bekerja.



9. Evaluasi Proses
Jika anda tetap belum berhasil mendapatkan pekerjaan meski sudah menjalani beberapa langkah di atas, maka anda perlu mengevaluasi seluruh proses pencarian pekerjaan. Tanyakan pada diri anda sendiri:
Apakah saya sudah melakukan semua hal yang wajib dan perlu dilakukan?
Seberapa jauh persiapan saya dalam menempuh setiap langkah di atas?
Hal-hal apa saja yang perlu saya perbaiki dan apakah ada hal lain yang kurang?
Jika memang ternyata masih tetap gagal mendapat pekerjaan meski sudah merasa melakukan langkah-langkah yang optimal, maka ada baiknya anda mencari bantuan kepada orang-orang yang profesional, misalnya konselor atau psikolog (saya misalnya hehehehe…) Dengan bantuan mereka anda mungkin bisa mengidentifikasi apa yang menjadi penyebab kegagalan anda mendapatkan pekerjaan.

Kamis, 29 April 2010 di 11.59

0 Comments to "Kiat Mendapatkan pekerjaan"

Poskan Komentar