KIMONO JEPANG

Kimono yang dikenal sekarang ini berbentuk seperti huruf “T”, berupa mantel berkerah yang panjangnya sampai ke pergelangan kaki. Kimono untuk pria terdiri dari setelan atas-bawah, sedangkan kimono untuk wanita berbentuk baju terusan.

Kimono bukanlah sebuah pakaian yang mudah dikenakan apalagi disebut simple, ada tata cara khususnya lho, tidak sembarangan bahkan terkadang perlu seorang yang ahli untuk membantu mengenakannya, tata cara itu disebut Kitsuke. Untuk memakai Kimono tidak boleh asal, harus disesuaikan dengan keperluanya, singkat kata jenis-jenis kimono, hingga aksesori harus sesuai dengan acaranya.

Bahan Kimono sangat bernilai karena acap kali ditenun dan dijahit dengan menggunakan tangan (hand made) kebayang kan mahalnya? dan lagi Kimono ukurannya harus disesuaikan dengan orang yang mau memakainya sehingga harus pesan jika ingin memilikinya, jarang ditemui Kimono yang sudah jadi, tetapi Kimono modern ada juga kok toko atau butik yang memajangnya, sudah dalam keadaan siap pakai plus aksesorinya, tapi tidak dijamin bakal ngepas sama bodi kamu-kamu.

Untuk wanita Kimono dibedakan menjadi beberapa jenis yaitu :

Tomesode
Tomesode adalah jenis kimono yang paling formal, umumnya berwarna hitam dan hanya dikenakan oleh wanita yang sudah menikah.

Furisode
Furisode adalah kimono formal untuk wanita muda yang belum menikah. Ciri khas Furisode pada bagian lengan yang sangat lebar dan menjuntai ke bawah. Bahan berwarna-warni cerah dengan motif mencolok di seluruh bagian.

Homongi
Homongi (secara harafiah: baju untuk berkunjung) adalah kimono formal untuk wanita yang sudah menikah atau wanita dewasa yang belum menikah. Homongi dikenakan wanita yang sudah menikah untuk menghadiri resepsi pernikahan, pesta-pesta resmi, Tahun Baru, atau upacara minum teh.

Iromuji
Iromuji kimono semiformal yang bisa dijadikan kimono formal jika mempunyai lambang keluarga (kamon). Bahan umumnya tidak bermotif dan berwarna merah jambu, biru muda, kuning muda atau warna-warna lembut lainnya. Iromuji dikenakan untuk menghadiri pesta pernikahan atau upacara minum teh.

Tsukesage
Tsukesage adalah kimono semi formal untuk wanita yang sudah atau belum menikah. Tsukesage biasa dikenakan untuk menghadiri pesta pernikahan, pesta resmi, Tahun Baru, atau upacara minum teh yang sifatnya tidak begitu resmi.

Komon
Komon adalah kimono santai untuk wanita yang sudah atau belum menikah. Ciri khas pada motif sederhana yang kecil-kecil yang berulang. Komon bisa dikenakan untuk menghadiri pesta alumni, makan malam, bertemu dengan teman-teman, atau menonton pertunjukan di gedung.

Tsumugi
Tsumugi adalah kimono santai untuk dikenakan sehari-hari di rumah oleh wanita yang sudah atau belum menikah. Ciri khas Tsumugi pada bahan yang merupakan bahan tenunan sederhana dari katun atau benang sutera kelas rendah yang tebal dan kasar sehingga kimono jenis ini tahan lama. Pada zaman dulu, Tsumugi digunakan untuk bekerja di ladang.

Yukata
Yukata adalah jenis kimono santai yang dibuat dari bahan kain katun tipis tanpa pelapis yang dipakai untuk kesempatan santai di musim panas.

Kimono juga memiliki asesoris, yang sangat variatif, diantaranya :

Hakama
Hakama adalah semacam celana panjang yang dikenakan pria yang juga terbuat dari bahan berwarna gelap. Hakama berasal dari daratan Tiongkok dan mulai dikenal sejak zaman Asuka. Hakama umumnya dikenakan pendeta kuil Shinto . Di kalangan olah raga tradisional Jepang seperti Kendo dan Kyudo, Hakama dikenakan baik oleh laki-laki maupun perempuan.

Geta
Geta adalah sandal dari kayu yang mempunyai hak, dipakai oleh pria maupun wanita yang memakai Yukata. Geta berhak tinggi dan tebal yang dipakai oleh Maiko disebut Pokkuri

Junihitoe
Junihitoe adalah kimono 12 lapis yang dipakai oleh wanita Jepang zaman dulu di istana kaisar.

Kanzashi
Kanzashi adalah hiasan rambut seperti tusuk konde yang disisipkan ke rambut sewaktu memakai kimono.

Obi
Obi adalah sabuk dari kain yang seperti stagen yang dililitkan ke badan pemakai untuk
mengencangkan kimono

Tabi
Tabi adalah kaus kaki sepanjang betis yang dibelah dua pada bagian jari kaki untuk memisahkan jempol kaki dengan jari-jari kaki yang lain. Tabi dipakai sewaktu memakai sandal, walaupun ada Tabi dari kain keras yang dapat dipakai begitu saja seperti sepatu bot.

Waraji
Waraji adalah sandal dari anyaman tali jerami.

Zori
Zori adalah sandal tradisional Jepang yang bisa terbuat dari kain atau anyaman sejenis
rumput (Igusa).

Kamis, 29 April 2010 di 14.01

0 Comments to "KIMONO JEPANG"

Poskan Komentar