Perilaku Konsumen & Faktor Pengaruhnya

Perilaku konsumen dan faktor yang mempengaruhinya
Konsumen mengambil banyak macam keputusan membeli setiap hari. Sedangkan untuk mempelajari mengenai alasan perilaku membeli konsumen bukan hal yang mudah dan jawabannya seringkali tersembunyi jauh dalam benak konsumen.
American Marketing Association mengemukakan (Peter & Olson, 1999:6): definisi perilaku konsumen sebagai Interaksi dinamis antara pengaruh dan kognisi, perilaku, dan kejadian disekitar kita dimana manusia melakukan aspek pertukaran dalam hidup mereka.
Mempelajari atau menganalisa perilaku konsumen adalah suatu yang sangat kompleks terutama karena banyaknya faktor yang mempengaruhi dan kecendrungan untuk saling berinteraksi. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen meliputi (Peter & Olson, 1999:7) :
a. Budaya
Budaya adalah penentu paling dasar dari keinginan dan tingkah laku seseorang yang tercermin dari cara hidup, kebiasaan dan tradisi dalam permintaan akan bermacam-macam barang dan jasa. Dalam hal ini perilaku konsumen yang satu akan berbeda dengan perilaku konsumen lainnya karena tidak adanya homogenitas dalam kebudayaan itu sendiri.
b. Sosial
Faktor sosial juga mempengaruhi tingkah laku pembeli. Pilihan produk amat dipengaruhi oleh kelompok kecil, keluarga, teman, peran dan status sosial konsumen.
c. Pribadi
Keputusan membeli juga dipengaruhi oleh karakteristik pribadi seperti umur dan tahap daur hidup, pekerjaan, situasi ekonomi, gaya hidup, serta kepribadian konsumen.
d. Psikologi
Pilihan barang yang dibeli seseorang lebih lanjut dipengaruhi oleh empat faktor psikologi yang penting yaitu: motivasi, persepsi, pengetahuan, seta keyakinan dan sikap.
Berdasarkan uraian diatas diketahui bahwa persepsi termasuk salah satu sub faktor psikologi yang merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen.
2.3 Persepsi Konsumen Terhadap Suatu Produk
Salah satu faktor psikologis yang mempengaruhi bentuk perilaku konsumen adalah persepsi. Bagaimana individu-individu mengambil keputusan atau membuat pilihan dari dua alternatif atau lebih, dan bagaimana kualitas pilihan terakhir mereka sebagian besar dipengaruhi oleh persepsi mereka.
Definisi persepsi menurut Kotler (1997:156) adalah: Proses yang dilalui orang dalam memilih, mengorganisasikan dan menginterpretasikan informasi guna membentuk gambaran yang berarti mengenai dunia.
Dari definisi tersebut diatas, kita mengetahui bahwa seseorang termotivasi untuk membeli adalah dipengaruhi oleh persepsinya terhadap situasi yang dihadapinya, sedangkan apa yang dipersepsikan seseorang dapat cukup berbeda dari kenyataan yang objektif. Individu-individu mungkin memandang pada satu benda yang sama tetapi mempersepsikannya secara berbeda.
Hal ini disebabkan karena adanya sejumlah faktor yang bekerja untuk membentuk dan kadang-kadang memutar balik persepsi. Persepsi seseorang dengan orang lain dapat berbeda, hal ini dapat dipengaruhi oleh tiga hal yaitu:
a. Perhatian selektif
Yaitu kecendrungan bagi manusia untuk menyaring sebagian informasi yang mereka hadapi. Sehingga informasi yang lebih menonjol yang akan mendapat tanggapan.
b. Distorsi selektif
Yaitu kecendrungan orang untuk menginterpretasikan informasi dangan cara yang mendukung apa yang telah mereka yakini.
c. Ingatan selektif
Yaitu kecendrungan orang untuk mengingat informasi yang mendukung sikap dan keyakinan mereka . (Kotler, 1997:156)
Persepsi membantu individu dalam memilih, mengatur, menyimpan, dan menginterprestasikan rangsangan menjadi gambaran dunia yang utuh dan berarti.
Definisi lainnya adalah bahwa: Persepsi sebagai makna yang kita pertalikan berdasarkan pengalaman yang lalu, stimulus (rangsangan-rangsangan) yang kita terima melalui panca indera. (Stanton,1991:128). Maka dari itu dapat ditarik kesimpulan bahwa persepsi adalah menetukan arah dan bentuk perilaku konsumen terhadap sesuatu hal. Mengingat bahwa persepsi sifatnya sangat subyektif, dimana hal ini dipengaruhi oleh kepercayaan, sikap dan pandangannya terhadap suatu produk.

REFERENSI:
Assauri, Sofjan. 1999. Manajemen Pemasaran, Dasar, Konsep dan Strategi, Penerbit PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Gibson,L. James,dkk. 1996. Organisasi, Edisi ketujuh, Penerbit Erlangga, Jakarta.
Kotler, Philip & Amstrong Gary. 1997. Dasar-Dasar Pemasaran Principles of Marketing 7e, Penerbit PT. Prehalindo, Jakarta.
Kotler, Philip. 1997. Manajemen pemasaran analisis perencanaan, Implementasi dan kontrol, jilid I, Penerbit PT. Prehallindo, Jakarta.
Kotler, Philip. 1997. Manajemen Pemasaran Analisis Perencanaan, Implementasi dan Kontrol, jilid II, Penerbit PT. Prehallindo, Jakarta.
Kotler, Philips. 1995. Manajemen Pemasaran Analisis, Perencanaan, Implementasi, dan Pengendalian, Jilid I, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.
Malo, Manasse, Dr. 1986. Metode Penelitian Sosial, Modul 1-5, Penerbit Karinika, Universitas terbuka, Jakarta.
Mc. Carthy E. Jerome. 1993. Dasar-Dasar Pemasaran, Penerbit Erlangga, Yogyakarta.Nasir, Moh, Ph.D. 1999. Metode Penelitian, Penerbit Ghalia Indonesia, Jakarta.
Nitisemito, S. Alex. 1993. Marketing, Penerbit Ghalia Indonesia, Jakarta.
Peter, J. Paul & Olson, Jerry C. 2000. Consumer Behavior Perilaku Konsumen dan Strategi Pemasaran, Jilid I, Edisi keempat, Penerbit Erlangga, Jakarta.
Robbins Stephen P. 1996. Perilaku Organisasi : Konsep, Kontoversi dan Aplikasi, Jilid 1, Penerbit PT. Prehallindo, Jakarta.
Stanton, J. William,1988. Prinsip Pemasaran, Edisi ketujuh, Penerbit Erlangga, Jakarta.
Stanton, J. William.1991. Prinsip Pemasaran, Jilid I, Edisi ketujuh, Penerbit Erlangga,Jakarta.
Swatha, Basu. DH, Irawan. 1990. Manajemen Pemasaran Modern, Edisi kedua, cetakan keempat, Penerbit Liberthy, Yogyakarta.

Rabu, 29 September 2010 di 09.55

0 Comments to "Perilaku Konsumen & Faktor Pengaruhnya"

Poskan Komentar